Assalamu’alaikum rekan semuanya….
Semoga hari-hari anda berawal dengan senyum dan kegembiraan, dan jika begitu berarti anda telah menunjukkan sebuah optimisme untuk berbuat yang lebih baik dengan hasil yang maksimal.
Rekan sekalian, coba lihat dan perhatikan suasana disekeliling kita, masing-masing sibuk dengan urusannya bukan. ada sebuah hal yang menarik yang perlu kita cermati tentang situasi semacam ini, yaitu tentang pengendalian emosi. karena dalam keadaan apapun pengendalian emosi atau bahasa mudahnya sopan santun selalu berperan penting untuk menjaga kepribadian dan jiwa kita. Bukan saja kesopanan lahir -cara menyapa, cara bicara, cara bersikap, dll- akan tetapi juga kesopanan bathin yang berupa; prasangaka, ketulusan, dll.
Tentunya kita pernah melihat teman yang tersinggung/emosi/marah disebabkan oleh hal yang begitu remeh, begitu sepele; jatuhnya pena dari genggaman tangan karena ketidak sengajaan orang lain, salah parkir mobil, tumpahnya kopi, laporan harian yang kurang valid, tender yang gagal, order yang tidak tepat waktu, dan lain sebagainya semua itu adalah masalah kecil dan sangat ringan, jika kita berjiwa besar.
Percuma kita meniti dunia akademisi jenjang demi jenjang dengan sedemikian padatnya materi disiplin keilmuan kalau kita tidak bisa memilah dan memilih mana yang dianggap masalah besar, dan mana pula masalah yang kecil. karena dengan ketidakmapuan kita dalam memilah dan memilih masalah sesuai kapasitasnya, kita akan terlalu sering ngawur dalam bertindak, dan seringnya kita mengambil tindakan yang salah terhadap masalah kecil akan semakin membuat kita tampak kerdil, dan berpola pikir sempit, yang kesemuanya itu sebenarnya tidak perlu terjadi.
Amarah kepada tukang parkir yang salah memarkir mobil seseorang, karena terlalu mepet dengan gerbang kantor kita, bukanlah hal yang besar. datanglah, tersenyumlah padanya kemudian katakan dengan sopan “maaf pak, kayaknya mobil itu tidak seharusnya disitu parkirnya, karena bisa mengganggu aktivitas orang yang menuju kantor saya. bisa minta tolong untuk dipindahkan?”. Luar biasa, ternyata kantor ini dipimpin oleh malaikat yang santun yang menjelma, begitu kira-kira tukang parkir itu akan berkata di dalam hatinya.
Lain halnya jika anda, dengan segala amarah dan tatapan mata mendelik. walaupun hanya dengan satu kata “pindahkan!!” maka anda telah kehilangan wibawa anda, anda telah menurunkan derajat anda sendiri sebagai seorang Direktur dari sebuah perusahaan besar yang bercabang-cabang dihadapan seorang tukang parkir yang sebenarnya tidak begitu pandai menilai. Lalu jika anda bersikap sama dengan segala perangai kasar terhadap rekan-rekan bisnis anda, baik ‘atasan’ maupun orang yang secara struktur berada dibawah anda, yang tentunya rata-rata dari mereka adalah orang yang berpendidikan tinggi. maka anda telah jatuh dalam kerugian yang tak ternilai harganya.
Maka tersenyumlah dan bersikaplah dengan segala keramahan kepada siapa saja, jika anda menghendaki rezeki yang terus mengalir dari arah yang tiada anda sangka sama sekali. tersenyum sendiri memang gila, akan tetapi tersenyum kepada orang siapa saja, bahkan terhadap orang gila sekalipun bisa mengangkat derajat kemanusiaan, cobalah.
Wassalamu’alaikum…